Amatan Acak : AKU dan NUSANTARA (48)

Senin, 08 Oktober 2012


KPK Aku Cemburu Padamu

Di account twitter saya muncul mention yang mengajak untuk mempersiapkan aksi guna membela KPK . Ya minggu kedua dan kemungkinan juga masih berlanjut ke minggu ketiga bulan Oktober ini akan ramai dengan gerakan Save KPK. Saya prihatin dengan apa yang menimpa KPK secara kelembagaan, namun melakukan aksi solidaritas untuk KPK saya rasa tidak perlu. KPK adalah institusi negara, bukan organisasi masyarakat sipil yang tidak punya kekuatan. Bahwa kemudian KPK kemudian dekat dan kerap bekerjasama dengan organisasi masyarakat sipil tentu patut disyukuri dan terus didukung.

Saya kerap merasa bahwa dukungan kelompok masyarakat sipil pada KPK kerap menimbulkan kecemburuan pada organ-organ pemerintah lainnya. Salah satu yang cemburu berat tentu saja adalah polisi. Sebagai yang dicemburu maka terkadang tindakannya pada yang dicemburui kerap kali tidak masuk akal.

Menarik penyidik yang diperbantukan di KPK tentu saja hak polisi . Namun tentu tidak masuk akal kalau tiba-tiba ‘mak brek’ langsung ditarik puluhan orang bersama-sama. Polri lewat juru bicaranya boleh saja berkali-kali menyebut soal etika kerja atau etika kelembagaan. Meski disisi lain menunjukkan perilaku yang justru tidak etis.

Apa urusannya kalau tiba-tiba penyidik dari Polda Bengkulu datang ke KPK untuk menjemput paksa Novel Baswedan dengan tuduhan terlibat dalam tindak pembunuhan yang terjadi di tahun 2004 lalu kala dirinya bertugas di Polda Bengkulu. Dan langkah ‘ngluruk’ itu dipertontonkan kepada khalayak luas kala hubungan KPK dan Polri sedang panas. Orang paling tolol dalam urusan konflik kepentingan akan dengan mudah menangkap bahwa ada apa-apa dibalik kelakuan itu.

Saya tidak tahu apakah Novel sudah diberi surat panggilan oleh Polda Bengkulu. Kalaupun itu akan diusut toh bisa diusut melalui wilayah dimana sekarang Novel bekerja. Dan menurut keterangan dari KPK, saat kejadian itu Novel sudah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan teguran keras atas perilaku anak buahnya. Mana yang benar, entahlah karena di negeri ini banyak siluman, kasuspun banyak yang siluman sehingga bisa dibuka kembali jika diperlukan sewaktu-waktu. Jarak antara tahun 2004 sampai dengan 2012 bukanlah waktu yang dekat, dan kasus yang ditimpakan pada Novel tentu bukan kasus yang rumit sehingga perlu penyelidikan panjang hampir sepuluh tahun lamanya.

Atas segala keanehan ini maka saya tak mau berteori yang muluk-muluk, cukup pakai teori cemburu buta saja. Sebab kalau tidak mana mau polisi bertindak aneh bin ajaib, bukankah kini banyak para perwira polisi yang pintar-pintar. Tentu saja orang pintar akan bertindak rasional. Nah orang sepintar dan serasional apapun kalau sudah dibakar api cemburu maka tidak akan bisa mengontrol tindakannya. Tindakan akan didasari digerakkan oleh alam bawah sadarnya. Orang bilang cemburu bakal membuat orang dewasa jadi seperti anak-anak. Persis seperti Polri yang bertindak bak anak-anak yang gemar merajuk dan mencari-cari kesalahan orang lain.

Kenapa Polri cemburu pada KPK?. Ya tentu saja, karena Polri sebetulnya adalah pendukung KPK dalam artian merelakan personel yang barang kali terbaik (dan juga orang baik) untuk bekerja di KPK. Dan karena kerja-kerja mereka kemudian KPK mendapat nama sementara Polri terus saja masih dihina dina oleh masyarakat sipil.

Siapa yang kemudian tidak meradang ketika mereka yang diutus lalu dipanggil pulang ternyata para utusan membangkang. Mereka lebih memilih tinggal dalam naungan induk semang barunya, tak mau pulang kepada ibu kandungnya. Ibu mana yang tak akan cemburu pada ibu baru anak-anaknya?. Dan ibu mana yang tak akan marah jika kemudian anak-anaknya pulang bukan untuk melepas rindu melainkan mengacak-acak rumah.

Polri kini ibarat ibu yang sedang marah dan gundah hingga kemudian salah tingkah karena hanya terus menerus melihat dirinya secara sempit. Berkali-kali menyebut etika organisasi, berkali-kali menyebut prosedur tata organisasi. Padahal kalau melihat sebuah panggilan besar, menyelamatkan negeri ini dari virus korupsi mestinya kesampingkan dulu semua urusan internal toh semuanya bisa dibicarakan tanpa perlu unjuk kekuatan.

Pondok Wiraguna, 7 Oktober 2012
@yustinus_esha

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Memuat...
 
BORNEO MENULIS © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum