Angle Tajam, Tulisan Menawan

Jumat, 15 Juli 2011

Resep apa yang digunakan oleh seseorang sehingga mampu melahirkan tulisan yang menawan. Sederhana saja, ramuan jitu dalam menulis hanya satu yaitu “memilih sudut pandang yang tepat atau semua berawal dari angle”. Semakin tajam angle yang dipilih, maka tulisan akan semakin baik. Lalu bagaimana kita bisa memilih atau membidik angle yang tajam itu?. Untuk pertanyaan yang ini sebenarnya tidak ada rumus yang pasti. Merumuskan angle selalu saja merupakan sesuatu yang gampang-gampang susah. Setiap penulis begitu akan memulai tulisan pasti akan segera berhadapan dengan kenyataan ini.

Soal jurus memilih angle, biasanya para penulis akan memilih berdasarkan kriteria layak berita (layak tulis) mulai dari sisi aktualitas, kedekatan dengan khalayak, signifikasi (kepentingannya bagi publik), eklusifitas, human interest dan keunikan. Pertimbangan dengan keseluruhan kriteria itu, pilih mana yang menurut kita paling penting dan bakal menarik untuk para pembaca. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan kalimat tanya. Contohnya : Mengapa para tersangka korupsi gemar melarikan diri ke Singapura?. Sejak kapan alasa sakit dipakai oleh tersangka korupsi untuk menghindarkan diri dari pemeriksaan?. Benarkah anak muda dan orang tua sekarang ini lebih permisif kepada hubungan seks sebelum nikah?. Apakah informasi yang disebar oleh Nazaruddin akan membuat para petinggi partai demokrat terjerat urusan hukum?.

Jika sudah menentukan sebuah angle, maka setialah pada sudut pandang yang sudah diambil. Satu tulisan adalah satu ide, satu angle. Memasukkan angle lain dalam tulisan akan membuat pejabaran menjadi terbelah, tulisan tidak fokus dan pembahasan menjadi tidak mendalam. Tulisan akan melebar kesana kemari dan membuat pembaca lelah atau bahkan bosan. Untuk menghindari hal itu, maka begitu angle telah ditentukan, segera jabarkan dalam outline atau kerangka tulisan. Kembangkan atau jabarkan angle dalam sebuah lembar gagasan, terutama untuk tulisan yang kompleks dan panjang. Dengan lembar gagasan akan diketahui bahan mana yang harus ditambah, entah lewat wawancara, observasi lapangan atau studi/riset pustaka dan internet.

Baik tulisan panjang maupun pendek semuanya butuh angle yang menarik. Fokus pada satu titik dengan kompleksitas tinggi perlu dijelaskan dalam penjabaran yang panjang, dibedah dari berbagai sudut sehingga tulisanpun akan panjang. Menentukan angle persis sama dengan seorang fotografer yang menangkap obyek lewat jendela bidik di kamera.

Topik penjual singkong, bisa jadi tulisan pendek apabila angle yang dipilih adalah profil sang penjual, akan tetapi bisa menjadi panjang apabila sudut pandang adalah pemikiran visionernya untuk menjadikan kedai singkongnya mendunia berhadapan dengan kedai global semacam KFC, Mc Donald dan lain-lain.

Jadi kalau ingin menghasilkan tulisan yang menawan, teruslah berlatih untuk membidik panorama di depan layaknya seorang fotografer. Realitas di hadapan mata bisa menghasilkan ribuan frame, point of view. Apa yang membedakan kita dan orang lain adalah kemampuan untuk menentukan frame yang menarik dan mampu bercerita. Itulah seni dalam menulis.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Memuat...
 
BORNEO MENULIS © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum