Amatan Acak : AKU dan NUSANTARA (24)

Kamis, 20 September 2012


“No Pic ... HOAX”

Begitu replay atau retweet atas sebuah kicauan yang mengabarkan suatu peristiwa, kejadian atau benda tertentu. Tanpa gambar, kabar atau kicauan itu dianggap sebagai kabar burung belaka. Kenapa kabar harus disertai gambar agar dipercaya?.

Twitter sebagai salah satu wahana social media memungkinkan penggunanya untuk melakukan ‘pengkabaran warga’ atau bisa disebut dengan citizen journalistic. Kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan secara mandiri oleh seseorang tanpa penugasan dari siapapun atau lembaga penerbitan. Alhasil di twitland berseliweran aneka berita tanpa kontrol atau proses yang lazim dijalankan dalam industri media mainstreams. Dalam media sosial berita seolah-olah terpublikasi tanpa jaminan siapa yang harus bertanggungjawab untuk kebenarannya.

Maka bukti menjadi penting. Dengan demikian saat ada twit yang mengabarkan adanya kebakaran di suatu tempat, maka jika tak disertai gambar bakal di sahuti dengan kalimat “No Pic Hoax”.  Dalam dunia pengkabaran warga memperbanyak bukti dalam bentuk foto atau rekamam video memang penting sebab para pewarta warga akan sulit melakukan proses ‘cover both side’ atas pokok tertentu yang dikabarkannya.

Lagi pula saat ini para pemakai media sosial melakukan aktivitasnya dengan menggunakan perangkat mobile. Perangkat yang umumnya berlabel smarthphone, dimana dalam satu alat itu sudah dicangkokkan berbagai fungsi yang terintegrasi (convergen). Jadi gambar atau rekaman video tak perlu diotak-atik agar bisa langsung di unggah atau disertakan dalam kicauan.

Pertanyaanny, benarkah kicauan yang disertai dengan gambar akan selalu benar?. Ya, sebenarnya tidak juga. Dalam kasus kekerasan terhadap Suku Rohingnya misalnya, ternyata gambar yang disertakan bukan gambar yang sebenarnya. Gambar atau foto-foto itu adalah peristiwa-peristiwa di tempat lain. Jadi gambar bisa juga merupakan rekayasa dan kalau pengetahuan kita terbatas maka kita justru kemudian mempercayai HOAX sebagai realita.

Bukan sekali dua kali di dunia maya beredar kabar dan gambar yang sejatinya palsu tapi kemudian dipercaya dan mengemparkan. Namun begitu juga sebaliknya, banyak kabar dan gambar yang sejatinya asli kemudian dibantah dan dinyatakan sebagai palsu. Lalu kabar apa yang bisa dipercaya?. Rumusnya sama saja, dalam bidang apapun yang bisa dipercaya adalah yang jujur. Persoalannya bagaimana kita bisa mengukur kejujuran itu.

Mengukur kejujuran jelas sulit untuk dilakukan, yang paling mudah adalah menilai apakah sumber atau rujukkan yang dipakai bisa dipercaya atau tidak. Kabar yang biasanya dipercaya adalah berasal dari orang dekat atau yang kita kenal. Namun sekali lagi tak selalu begitu, sebab bisa jadi orang yang kita kenal justru tak sungkan-sungkan ‘ngerjain’ kita. Atau kabar yang diberikan oleh orang yang selama ini dikenal mempunyai integritas yang baik, track records dalam ‘pengkabaran warga’. Baik di blog maupun microblog ada nama-nama yang mempunyai jaminan mutu, atau hampir semua informasi yang diberikan olehnya sahih, kecuali yang dimaksudkan sebagai gosip atau opini.

Ada juga yang kerap ‘membroadcast’ warta yang mencantumkan lembaga penelitian ini atau itu, atau universitas ini dan itu juga kantor berita ini serta itu. Untuk hal-hal yang begini jangan mudah percaya jika tidak disertai link berita, artikel atau apapun. Sebab biasanya lembaga-lembaga terpercaya mempunyai website untuk mempublikasikan karya tulis, hasil kajian atau berita. Jadi lakukan verifikasi atas kabar itu di website lembaga atau organisasi yang disebut.
Istilah ‘no pic hoax’ bukanlah istilah yang muncul dari ruang kosong, istilah untuk lucu-lucuan karena yang dimention tak punya jawaban. Kabar dan informasi saat ini berseliweran dan jumlahnya kelewat banyak. Terkadang kita tak perlu dengan informasi itu tapi mau tak mau harus membaca atau menenggok sejenak. Dalam dunia yang kelebihan informasi ini perlulah bagi kita yang ingin melakukan ‘pengkabaran warga’ untuk memperhatikan ‘net etiket’ atau etiket (sopan santun) dalam dunia maya.

Bukan sekali dua kali saya dan pengguna BB lainnya jengkel karena mendapat pesan melalui BBM yang selain tak mengenal waktu, isi dari pesan (informasi) tidak penting sama sekali. BBM memang mempunyai fasilitas broadcast message, sehingga satu kali push semua kontak akan menerima, jelas ini efektif untuk menyebar pesan. Tapi kalau jam satu atau dua malam, tiba-tiba tuit-tuit pesan masuk dan isinya puisi, jelas bisa bikin kita gagal tidur kembali lantaran murka.

Mengirim pesan kepada banyak orang tentu saja juga perlu disaring. Etiketnya, pikirkan apakah pesan yang kita akan sampaikan itu (dalam pandangan kita) relevan kepada yang akan kita kirimi atau tidak. Dan fasilitas broadcast biasanya menyertakan juga sarana bagi kita untuk memilih, mana yang akan dikirimi dan mana yang tidak.

Jenis sopan santun lain yang perlu diperhatikan adalah bahasa, terutama saat melakukan broadcast. Gunakan bahasa yang bisa diterima sebagian besar orang. Ingat tidak semua sama dekatnya dengan kita sebagai pengirim pesan. Jangan sampai apa yang kita sampaikan menyinggung atau bikin marah besar. Tapi tak berarti bahwa kita tak bisa bermain-main dengan bahasa. Yang terpenting adalah cermat memilih kata-kata, taruhlah hanya tersentil dan tersenyum kecut, tapi tak sampai membanting gelas di dinding.

Di dunia maya seperti di alam nyata, muncul juga kelas-kelas pengguna, senior dan junior. Kalau kita masuk dalam kelas atas dan senior, tak perlu juga berlagak seperti kakak-kakak kelas di STPDN (kalo gak salah jadi IPDN). Tak perlu berlagak merasa paling tahu, berkuasa, lebih kenal banyak orang dan seterusnya. Ingat, jejaring maya adalah jejaring demokratis dan egaliter, siapapun yang tidak kena block bisa melintas dan masuk ke dalamnya. Jadi kalo merasa lebih pintar dan lebih tahu, tolong hafalkan pepatah yang dipopulerkan oleh Sam Ratulangi, Si Tou Tumou Tou. Manusia akan jadi semakin manusiawi kalau memanusiakan orang lain. Kita akan jadi makin pintar dan makin tahu kalau bisa membuat orang lain jadi pintar dan tahu.

Pondok Wiraguna, 17 September 2012
@yustinus_esha

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Memuat...
 
BORNEO MENULIS © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum